masjid istiqlal jakarta

masjid istiqlal jakarta
masjid masa kecilku yang selalu terkenang

Kamis, 14 Juni 2018

Nabi Muhammad SAW (570-632) Pemimpin Agung


Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushayy bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luaiy bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin 'Addi' bin 'Addad bin Hamyasa bin Salaman bin Binta bin Sahail bin Jamal bin Haidar bin Nabi Ismail as bin Nabi Ibrahim as. Beliau memiliki 201 nama nama suci. Setiap muslim wajib meyakininya sebagai nabi terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia.

Beliau lahir di kota Makkah pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah, tahun di mana Allah menunjukkan rahmatnya kepada bangsa Arab dengan diselamatkannya Ka'bah dari serbuan tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah.

Pada hari ketujuh kelahirannya Abdul Muttalib menyembelih unta dan mengundang makan orang Quraisy. Kakeknya memberi nama Muhammad dengan alasan "kuinginkan dia menjadi orang yang terpuji, bagi Tuhan di langit dan makhlukNya di bumi."

Sejak kelahirannya, beliau disusui ibunda Aminah lalu Halimah As Sa'diyah. Ayahnya meninggal dunia saat beliau dalam kandungan. Saat beliau berusia enam tahun ibunya wafat. Kakeknya menyusul berpulang saat beliau berusia delapan tahun. Kemudian pengasuhannya dipegang oleh pamannya Abu Talib. Abu Talib meskipun tidak kaya tapi memiliki perasaan paling halus dan terhormat di kalangan Quraisy.

Muhammad pernah tinggal di desa bersama Halimah As Sa'diyah. Ada cerita bahwa dua malaikat membaringkan tubuhnya dan membelah perutnya serta membersihkan hatinya. 

Saat berusia 12 tahun ia ikut kafilah dagang ke Syam. Ia bertemu rahib Bahira yang melihat tanda tanda kenabian pada dirinya. Muhammad juga senang mendengar pembacaan puisi oleh penyair penyair Mudhahhabat dan Muallaqat juga mendengarkan pidato orang Yahudi dan Nasrani yang membenci paganisme Arab. Ia pun pernah angkat senjata bersama pamannya dalam Perang Fijar antara pihak Hawazin dan Quraisy. Meski begitu Muhammad tidak larut dalam kesenangan orang Quraisy, ia mendambakan hidup yang berdasar kebenaran sehingga nampak kejujuran dalam dirinya sehingga mendapat panggilan Al Amin. Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berfikir ialah pekerjaannya menggembalakan kambing yang sering berada di alam lepas dan menyaksikan berbagai fenomena alam.

Suatu waktu pamannya mendengar berita bahwa Khadijah binti Khuwailid mengupah orang Quraisy untuk menjalankan perdagangannya. Ia menawarkan agar Muhammad mau bekerja untuk Khadijah. Muhammad yang sudah mulai dewasa setuju. Ia pun menjalankan usaha Khadijah menjual barang barang ke Syam dan membeli barang barang untuk dibawa ke Mekah. Usaha Khadijah memperoleh banyak keuntungan. Dari hubungan kerja berubah menjadi rasa cinta. Mereka menikah saat Muhammad berusia 25 tahun dan Khadijah 40 tahun dengan mas kawin 10 ekor unta. Mereka memiliki beberapa anak : al Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayya, Umm Kulthum dan Fatimah. Qasim dan Abdullah mati saat mereka masih kecil. Zainab dikawinkan dengan Abul Ash. Ruqayya dengan Utba dan Umm Kulthum dengan Utaiba. Keduanya anak Abu Lahab pamannya. Nantinya Fatimah dikawinkan dengan Ali sepupunya.

Beberapa peristiwa yang dialami Nabi SAW :
1. Muhammad dapat melerai perebutan pengaruh antara keluarga Abud Dar dan Adi dalam soal siapa memindahkan hajar aswad saat renovasi Ka'bah dengan cara menghamparkan kain, meletakkan hajar aswad di atasnya dan meminta setiap kabilah mengangkatnya dan ia sendiri yang meletakkan hajar aswad pada tempatnya. 

2. Ketika berusia 40 tahun beliau menerima wahyu yang pertama di Gua Hira setelah bertahannuf dan bertahanuth bertahun tahun. Ayat yang turun saat itu adalah surat Al Alaq 1-5.
اقراءباسم ربكالزىخلق. خلقالانسان من علق. اقراءوربك الاكرم. الذي علم بالقلم. علمالانسان مالم يعلم.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Mulai saat itu beliau terus mengajak keluarga dan kaumnya untuk beribadah kepada Allah. Liku liku dakwah beliau yang penuh dengan ujian membuahkan hasil. Jika di Mekah konsentrasi nabi adalah pembinaan akidah dan memantapkan keyakinan mereka akan kebenaran Islam, maka saat di Madinah di samping pembinaan akidah nabi menitikberatkan pada aspek hukum dan ibadah. Ayat ayat Al Quran yang turun lebih banyak yang bersifat perintah dan larangan.

3. Isra Mi'raj. Peristiwa ini terjadi setelah Nabi SAW kehilangan pamannya Abi Thalib dan istri yang dicintainya Khadijah. Isra adalah perjalanan Nabi di malam hari dari Mekah ke Baitulmakdis di Palestina. Sedang mi'raj (harfiah : tangga) adalah perjalanan dari Baitulmakdis ke langit. Baik isra maupun mi'raj menggunakan buraq, seekor hewan ajaib yang bersayap seperti garuda. Di langit Nabi bertemu dengan para nabi terdahulu dan mendapat perintah shalat lima waktu. 

4. Hijrah. Hijrah pertama dilakukan para pengikut nabi ke Abisinia suatu negara Kristen di mana mereka diterima oleh raja yang adil. Hijrah kedua ke Yathrib (Madinah) dilakukan setelah ikrar Aqaba. Di Madinah nabi membuat masjid mempersaudarakan kaum anshar dan muhajirin serta membuat perjanjian dengan kaum Yahudi yang dikenal dengan Piagam Madinah.

5. Peperangan. Di Madinah beliau mampu membentuk sebuah masyarakat Islam yang bisa berfungsi militer. Seluruh sahabatnya adalah mujahid yang sewaktu waktu perang dikumandangkan mereka siap berangkat. Selama sepuluh tahun di Madinah telah terjadi 47 gazwah dan 27 sariyah.
Itu berarti dalam setahun terjadi sekitar 7-8 kali gazwah dan sariyah. Maka hampir sebagian besar catatan sejarah nabi berkisar pada kisah kepahlawanan kaum muslimin dalam berjihad fii sabilillah. Gazwah adalah peperangan yang disertai Nabi, sedangkan sariyah peperangan yang tidak disertai Nabi. Gazwah berbentuk perang, ekspedisi dan razzia atau pembersihan. Gazwah yang terkenal adalah Badr, Uhud, Khandaq (Parit), Hudaibiya, Khaibar, Bani Quraiza, Muktah, Penaklukan Mekah, Hunain & Tahaif serta Tabuk. 

6. Mengutus duta kepada raja raja. Setelah melakukan perjanjian gencatan senjata dengan kaum kafir Quraisy (Perjanjian Hudaibiya) Nabi Muhammad SAW mengutus duta kepada Heraklius, Kisra, Muqauqis, Najashi,Harits al Ghasani dan raja Yaman. Ini adalah langkah yang luar biasa mengingat Persia dan Bizantium merupakan imperium raksasa dan kekuatan adidaya ketika itu. 

7. Umratul Qadza. Umrah adalah haji kecil. Qadza : tertunda. Nabi dan sahabat sahabatnya seluruhnya berjumlah 1400 memasuki Mekah pertama kalinya setelah hijrah dan melakukan tawaf di depan Ka'bah.
8. Pembebasan Mekah. Setelah Ekspedisi Mu'ta Islam mulai menyebar di utara. Dalam pada itu orang Quraisy melanggar perjanjian Hudaibiya. Sekarang pasukan tentara muslimin bergerak dari Madinah ke Mekah dengan tujuan membebaskan kota itu dan menguasai Rumah Suci. Pasukan ini bergerak dalam jumlah yang belum pernah dialami oleh kota Madinah. Pasukan dibagi empat kelompok. Mereka dilarang bertempur dan meneteskan darah kecuali jika sangat terpaksa sekali. Saat memasuki hulu kota Mekah Nabi Muhammad SAW membangun kemah. Ia berdiri melepas pandang ke lembah lembah dan rumah rumah yang bertebaran dan di tengahnya Rumah Suci. Air matanya menitik. Saat itu ia merasa tugasnya sebagai komandan telah selesai. Dinaikinya untanya Al Qashwa' dan ia meneruskan perjalanan ke Ka'bah. Ia bertawaf di Ka'bah tujuh kali dan menyentuh sudut hajar aswad dengan sebatang tongkat (mihjan) di tangannya. Selesai thawaf ia memanggil Uthman bin Talha dan pintu Ka'bah dibuka. Sekarang Muhammad berdiri di depan pintu. Sementara itu orang sudah berkumpul di masjid. Ia berkhutbah di hadapan mereka itu serta membacakan firman Tuhan :
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal " (Qs 49:13).

9. Amnesti. Setelah berkhutbah Nabi bertanya kepada orang orang Quraisy. "Menurut pendapat kamu, apa yang akan kuperbuat terhadap kamu sekarang ?" Mereka menjawab? "Yang baik baik. Saudara yang pemurah. Sepupu yang pemurah." Nabi membalas :
فزهبؤافاءنتمالطلقاء
"Pergilah kamu sekalian. Kamu sekarang sudah bebas." Dengan ucapan itu maka Quraisy dan seluruh penduduk Mekah telah ia beri pengampunan umum (amnesti). Alangkah indahnya pengampunan itu di kala ia mampu ! (Haekal, 2002:464).

10. Kematian Ibrahim. Dalam usia 60-an Nabi tak berharap punya anak. Tapi ia begitu bahagia ketika mendapat seorang anak laki laki yang diberi nama Ibrahim. Anak itu diperolehnya dari Maria, budak Koptik hadiah dari raja Mesir. Anak itu begitu disayang nabi sehingga menimbulkan kecemburuan dari istri istrinya. Sayang usia anak itu tak panjang. Saat anak itu meninggal Maria dan Sirin adiknya menangis meraung. Nabi pun menangis. Pada saat itu terjadi gerhana matahari. Penduduk Madinah mengaitkannya dengan kematian Ibrahim tapi nabi membantahnya.

11. Ibadah Haji Perpisahan. Pada 25 Zulkaidah 10 H Nabi berangkat dengan membawa semua istrinya masing masing dalam hodahnya. Ia berangkat dengan 90.000 orang atau 114.000. Mereka mengenakan ihram dan mengucapkan talbiyah. Mereka tawaf, mengusap hajar aswad, melakukan sai, pergi ke Mina, kemudian ke bukit Arafah. Di Namira dengan masih duduk di atas unta Nabi mengucapkan khutbah perpisahannya.

"Wahai manusia sekalian ! Perhatikan kata kata ini. Aku tidak tahu kalau kalau sesudah tahun ini dalam keadaan seperti ini tidak lagi aku akan bertemu dengan kamu sekalian ... bahwa setiap muslim adalah saudara muslim yang lain dan kaum muslimin semua bersaudara. Tetapi seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu dari saudaranya kecuali jika dengan senang hati diberikan kepadanya. Janganlah kamu menganiaya diri sendiri... Ya Allah saksikanlah ini !"
Selesai nabi mengucapkan pidato ia turun dari al Qashwa. Ia shalat dzuhur kemudian menaiki untanya menuju Shakarat. Pada waktu itulah Nabi membacakan firman Tuhan ini kepada mereka :
اليوم اكملت لكم دنيكم واتممت ءليكم نعمتي ؤرضيت لكم الاءسلامدين
"Hari inilah kusempurnakan agamamu ini untuk kamu sekalian, dengan kucukupkan nikmatKu kepada kamu, dan yang Kusukai Islam inilah menjadi agama kamu." (Qs 5:3).

Abu Bakr menangis mendengarkan ayat itu. Ia merasa bahwa risalah Nabi sudah selesai dan sudah dekat pula saatnya Nabi hendak menghadap Tuhan.
Setelah meninggalkan Arafat Nabi bermalam di Muzdalifa. Pagi paginya turun ke Masy'ar'l Haram. Kemudian ia pergi ke Mina dan melemparkan batu batu kerikil. Sesampai di kemah ia menyembelih 63 ekor unta masing masing untuk setiap tahun umurnya. Sisanya 37 ekor lagi disembelih oleh Ali. Kemudian ia mencukur rambutnya dan menyelesaikan ibadah hajinya.

12. Sakit dan wafatnya Nabi. Saat nabi sakit ia pergi ke pemakaman Baqi pada suatu malam dan berdoa memintakan ampun bagi penghuni Baqi. Ia pun masih bisa bergurau dengan istrinya Aisyah. Kemudian mengunjungi istri istrinya dan kembali ke rumah Aisyah. Demamnya makin panas tapi ia masih pergi ke masjid. Masih memberikan khutbah dan memerintahkan Usama memimpin pasukan ke medan perang. Ia pun menyiratkan pesan akan kembali kepada Tuhan. Ia
turun dari mimbar lalu menoleh ke jamaah dan berpesan agar orang muhajirin menjaga kaum anshar baik baik.

Keesokan harinya saat sakitnya makin bertambah ia meminta Abu Bakr memimpin shalat. Ia berbisik pada Fatimah maka Fatimah pun menangis. Ia berbisik sekali lagi maka Fatimah pun tertawa.
Saat sakitnya makin parah ia meminta Aisyah menyedekahkan hartanya yang masih tersisa sebanyak tujuh dinar.

Saat sang maut menjemput nabi menatap ke atas seraya berkata :
بلاالرفيقاالاعلىمناالجنة
"Ya handai tertinggi dari surga."

Usia Nabi saat itu 61 tahun M atau 63 tahun H.
Orang orang berselisih mengenai wafatnya Nabi. Orang orang terkejut sekali karena paginya Nabi masih nampak sehat. Umar tidak percaya Nabi telah wafat. Ia berteriak menimbulkan keributan. Jamaah pun tidak percaya bahwa Nabi telah wafat.

Abu Bakr memasuki kamar Aisyah. Dilihatnya Nabi telah diselubungi burd hibara (sejenis kain bersulam buatan Yaman).

Ia menyibak selubung itu dan mencium Nabi lalu berkata, "alangkah sedapnya di waktu engkau hidup, alangkah sedapnya di waktu engkau mati." Setelah itu ia keluar menghampiri Umar yang masih resah. Abu Bakr berkata "Saudara saudara ! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad telah wafat. Tetapi barangsiapa mau menyembah Allah, Allah hidup selalu tak pernah mati." Kemudian ia membacakan sebuah ayat dari Al Quran :

" Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (Qs 3:144).

Umar pun jatuh tersungkur. Ia sadar Nabi telah wafat. Orang orang pun dapat menerima kenyataan itu. Meski begitu kaum Muslimin kebingungan. Mereka berkelompok kelompok.

Saat berkumpul di Saqifa Banu Saida kaum Anshar dan Muhajirin berbeda pendapat tentang siapa yang akan menjadi khalifah sepeninggal Nabi. Akhirnya Umar membaiat Abu Bakr. Keesokan harinya orang orang membaiat Abu Bakr sebagai khalifah.

Usai baiat di Saqifa Banu Saida barulah mereka ke rumah Nabi. Dua hari telah berlalu sejak Nabi wafat. Nabi kemudian dimandikan oleh Ali dan kerabat dekat dengan tetap memakai bajunya. Tubuh Nabi yang wangi kemudian dibungkus dengan dengan tiga lapis kain, dua shuhari dan satu burd hibara. Setelah itu jenazah Nabi dishalatkan tanpa imam.
Setelah itu mereka berargumentasi mengenai di mana Nabi dimakamkan. Ada yang memilih Mekah, Baitulmaqdis dan Medinah. Akhirnya diputuskan dimakamkan di kamar Aisyah tempat Nabi menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Pada tengah malam liang lahat digali dengan pola Madinah dengan lekukan di dasar lubang. Kemudian pada dasar lubang itu dihamparkan syal warna merah yang biasa digunakan Nabi. Jenazah Nabi Muhammad SAW dimasukkan dan ditutup dengan bata kemudian diuruk tanah. Itu terjadi pada tanggal 14 Rabiulawal.

Aisyah menetap di kamarnya dan merasa bahagia berdampingan dengan makam orang yang dicintainya itu.

Makam Nabi Muhammad SAW kini masih dipertahankan di dalam komplek Masjid Nabawi yang diperluas di Madinah.

Rabu, 13 Juni 2018

Nabi Isa as Sang Guru Agung


Beliau adalah Isa bin Maryam binti Imran, satu satunya nabi yang lahir dari rahim seorang wanita yang tidak berayah. Orang orang Nashara menjadikan Isa sebagai nabi mereka, di antara mereka (sebagian besar) menganggap bahwa Isa adalah Tuhan mereka.

Al Quran, Injil, Taurat dan Zabur tidak banyak menceritakan kisah beliau di waktu kecil.
Allah memberikan mukjizat kepadanya berupa kemampuan untuk menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, juga mengetahui apa yang disimpan manusia di rumah mereka. Di waktu bayi beliau mampu berbicara dan memberikan kesaksian kepada manusia bahwa dirinya kelak akan menjadi nabi.

Di akhir masa dakwahnya, orang orang Yahudi sangat membenci Isa, sehingga mereka bersekongkol untuk membunuh Isa. Dengan izin Allah mereka tidak membunuh Isa. Allah mengangkatnya ke langit.

Kaum muslimin meyakini dengan sebenar benarnya bahwa Nabi Isa as akan turun lagi ke bumi. Beliau akan membunuh babi memerangi Dajjal bersama Imam Mahdi dan menghancurkan salib juga membantah semua dakwaan orang orang Nasrani atas dirinya.

Nabi Isa as dilahirkan di Bayt Lahm (Betlehem), Palestina. Beliau hidup di An-Nasirah (Nazareth) bersama ibunya, Maryam yang suci dan taat beribadah. Suatu riwayat mengatakan bahwa Nabi Isa as pernah pergi ke Mesir ('Ain Syams) bersama ibunya dan seorang pemuda bernama Yusuf an-Najjar. Di sana mereka menetap di pinggiran kota Al- Matariyyah lalu mereka kembali lagi ke An- Nasirah.
Pada masa itu ia pernah bertemu Nabi Yahya lalu ia dibaptisnya di Sungai Yordania. Satu pendapat mengatakan bahwa pada masa tersebut ( usia 12-30 tahun) Nabi Isa as pergi ke India dan mencermati ajaran agama Budha.
---

Hannah binti Faqud binti Qabil istri Imran yang mandul suatu hari melihat seekor burung memberi makan anaknya. Seketika terbitlah keinginannya memiliki bayi dan berharap bayi laki laki agar bisa mengabdi di masjid Baitulmakdis. Ternyata ia hamil. Saat dilahirkan ternyata seorang anak perempuan yang diberi nama Maryam. Ia pun diserahkan pada pengasuhan Nabi Zakaria as, seraya tinggal di sudut masjid sambil mengurus masjid Baitulmakdis.
Suatu ketika Nabi Zakaria as menengok Maryam dan terkejut melihat Maryam memperoleh buah buahan di luar musimnya. Saat ditanya Maryam berkata bahwa buah buahan itu berasal dari Allah.
Maryam seperti layaknya seorang nabi memperoleh wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril. Allah memilih dan mensucikan Maryam dan memilihnya di atas perempuan lain di dunia.

Suatu ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). 

Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. QS 3: 45,47)

Menurut Rasulullah saw, "Wanita terbaik di dunia ada empat : Maryam binti Imran, Asiyah istri Firaun, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad Rasulullah."

Itu disebabkan karena di samping kesucian Maryam ia adalah ibu dari Isa (Yesus). Ia diuji dengan menjadi seorang ibu dari seorang anak yang tidak memiliki ayah.

Allah berfirman bahwa kelahiran Isa adalah tanda Allah yang omnipoten dan Dia menciptakan apa yang Ia mau tanpa fenomena sebab akibat.
Beberapa ulama mengatakan malaikat Jibril meniup dada Maryam dan tiupan memasuki rahim kemudian ke vagina dan ia pun hamil.

Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat (QS 66:12).

Saat Maryam hamil ia merasa tak berdaya. Seorang laki laki bernama Yusuf bin Ya'qub An Najjar, paman dari ibunya bertanya bagaimana bisa seorang anak lahir tanpa ayah. Maryam menjawab bahwa Allah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu.
Melalui Yusuf berita menyebar. Maryam mengucilkan dari manusia dan pergi ke tempat pengasingan. Ia pergi ke Bethlehem yang dibangun raja Romawi.

Maryam merasa putus asa dan berharap mati. Tapi muncul suara dari dalam rahimnya yang menyarankan agar bila ada yang bertanya ia harus mengatakan sedang puasa. Puasa saat itu termasuk tidak boleh berbicara.

Penduduk Baitulmakdis menuduh Zakaria sebagai ayah Isa. Maryam meminta mereka berbicara dengan bayi dalam kandungannya.
Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi."

Saat Isa berusia 30 tahun turunlah Injil padanya. Tiga tahun kemudian Nabi Isa as diangkat ke langit.
Taurat diturunkan pada 6 Ramadan, Zabur pada 12 Ramadan setelah 482 tahun dari turunnya Taurat. Injil diturunkan 18 Ramadan setelah 1050 tahun dari Zabur. Dan Al Quran turun 24 Ramadan. Begitu menurut Abu Zar'ah Ad Damishqi.

Nabi Isa as diberi mukjizat membuat burung dari tanah lempung, menyembuhkan orang buta dan lepra juga menghidupkan orang mati. Mukjizat ini disesuaikan dengan zaman itu ketika ketika orang Israil tertarik pada ilmu kimia dan fisika. 

Sekelompok orang yang bertakwa mengikuti ajarannya dan menjadi pengikut. Tapi orang bani Israil yang tidak beriman menganggapnya sebagai sihir. Mereka ingin menyalib Isa tapi Allah menyelamatkannya.

Nabi Isa as atau Yesus adalah nabi terakhir bani Israil. Beliau berkata tentang akan datangnya akhir dari semua Nabi yang menandai berakhirnya kenabian. Ia bukan hanya memberi kabar gembira tapi juga nabi yang akan datang.

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata" (QS 61:6).
Dalam kisah Ma'idah Nabi Isa as menyuruh pengikutnya berpuasa tiga hari. Selesai puasa tiga hari mereka meminta Isa menghidangkan meja lengkap dengan santapan dari surga sehingga mereka bisa makan dan mengetahui jika Allah menerima puasa mereka. Mereka juga meminta itu menjadi hari raya bagi bangsa Israel dan mereka semua bisa makan. Isa menolak permintaan mereka khawatir mereka akan menolak dan tidak bersyukur. Tetapi mereka tetap memaksa.

Nabi Isa as berdoa pada Allah untuk mengirim meja lengkap dengan makanan dari surga. Allah pun mengirimnya turun dari awan. Isa melihatnya datang kemudian berdoa dan bersyukur atas karunia Nya dan memohon tidak dihukum, hingga semua mendarat tertutup di depan Isa. Beliau membuka meja dan berkata "dengan nama Allah yang maha Pemberi." Hidangan itu terdiri dari tujuh ikan tujuh roti dan buah buahan.

Isa menyuruh mereka makan tapi mereka menolak makan. Isa kemudian meminta orang orang miskin papa, cacat dan sakit untuk makan. Jumlah sekitar 1300 orang. Mereka semua makan. Lalu mereka sembuh dari penyakitnya. Mereka yang tidak mau makan menyesalinya. Kemudian tiap hari meja hidangan itu turun dan orang orang makan. Semua merasa kenyang meski jumlah mereka dikatakan sampai 7000 orang.

Kemudian hidangan itu hanya datang pada hari tertentu untuk kaum miskin papa. Lalu orang orang mulai bergunjing dan menentang Isa. Kemudian hidangan itu berhenti dan orang orang yang menentang Isa berubah menjadi babi.

-Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia" (Qs 5:115).
Nabi Isa as ditanya, "wahai Isa ! Bagaimana engkau bisa berjalan di atas air ?". Dia menjawab "dengan keyakinanku kepada Allah." Mereka menjawab, "tapi kamipun percaya seperti yang engkau percaya." Isa berkata, "maka jalanlah." Mereka berjalan bersamanya di atas ombak dan merekapun tenggelam. Isa berkata "ada apa dengan kalian?" Mereka berkata "kami takut dengan ombaknya." Kemudian Isa menarik mereka dari air. Kemudian Isa mengetuk bumi dengan tangannya dan mengambil debunya, dan saat dibuka ada emas di satu tangan dan kerikil di tangan yang lain. Nabi bertanya pada mereka "mana yang lebih kau sukai ?" Mereka menjawab "emas." Dia berkata "tapi bagiku semuanya sama."

Isa memakai baju dari bulu domba, makan dedaunan, tuna wisma, tuna keluarga, tuna harta, tak ada yang disimpan untuk esok hari. Dikatakan beliau makan dari hasil kerja ibunya menenun kain.
Ketika Hari Kiamat diceritakan kepadanya ia menangis dan berkata "tidak pantas bagi putra Maryam saat Hari Kiamat disebutkan di depannya ia diam saja."

Isa juga berkata "seperti raja raja dan penguasa meninggalkan kebijakan untukmu, kamu meninggalkan dunya (materi) untuk mereka."
Ia juga berkata "tanyalah padaku, aku orang yang rendah hati, dan aku kecil di mataku."
Ia pun berkata pada murid muridnya, "makanlah roti gandum dan air murni dan tinggalkan dunia ini dengan damai. Kemanisan dunia adalah kepahitan akhirat dan kepahitan dunia adalah kemanisan akhirat. Hamba Allah sejati tidak hidup dalam kemewahan. Aku berkata benar bahwa para sarjana yang mengikuti keinginannya dan hawa nafsunya di atas pengetahuannya, adalah seperti semua orang ingin seperti dia."

Juga ada diceritakan ia berkata, "wahai anak Adam yang lemah ! Takutlah pada Allah di manapun kau berada. Hiduplah di dunia seperti tamu dan jadikan masjid sebagai rumahmu, ajari matamu untuk menangis, dan tubuhmu untuk menderita, dan hatimu untuk merenung. Dan jangan takut mengenai bekal untuk esok, karena itu adalah dosa."


Nabi Isa as mandi dan dengan rambut yang masih nampak basah ia menjumpai 12 atau 15 murid muridnya di dalam rumah. Ia berkata ada satu dari mereka berkhianat padanya. Sementara itu di luar polisi suruhan raja mengepung rumah hendak menangkapnya. Isa berkata pada mereka siapa yang paling mirip dengannya dan mau mati untuk memperoleh derajat sepertinya. Seorang muridnya berdiri dan berkata "saya." Lalu Nabi Isa as diangkat ke langit melalui jendela. Polisi menangkap orang yang mirip dengannya. Ia dibunuh dan disalib.
Setelah itu umat terbagi tiga. Kesatu Ya'qubiyah (Jacobites) menganggap bahwa Tuhan sendiri bersama mereka selama ini dan sekarang naik ke langit. Kedua, Nasturiyah (Nestorian), percaya bahwa anak Tuhan bersama mereka dan kini kembali pada Bapa. Ketiga, percaya bahwa Isa hamba dan Rasul Tuhan yang hidup bersama mereka dan kini naik ke langit.

Maryam masih hidup selama lima tahun lagi setelah Isa naik ke langit dan wafat pada usia 53 tahun.
Nabi Isa as berusia 34 tahun saat diangkat ke langit. Ada pula yang mengatakan 33 tahun saat beliau diangkat ke langit.

Suatu saat Nabi Isa akan turun ke dunia dengan dua pengawalnya. Allah akan menghancurkan Dajjal dan dunia menjadi damai. Unta merumput bersama singa. Harimau bersama sapi. Domba dengan srigala. Anak anak bermain dengan ular. Mereka tidak saling melukai. Setelah tinggal dalam waktu tertentu Nabi Isa as akan wafat. Kaum muslimin akan menyolatkan dan memakamkannya.
Jarak waktu antara Nabi Isa as dengan Nabi Muhammad saw adalah 600 tahun.
Nabi Isa as disebut Al Masih atau Messiah karena beliau adalah seorang pengembara yang mengajak ke jalan Allah dan lari dari persekusi Yahudi. Ada juga yang mengatakan karena beliau bertapak kaki datar.

Selasa, 12 Juni 2018

Nabi Zakaria as (100 SM-20 SM) dan Nabi Yahya as atau Johanes Pembaptis (1 M-20 M)


Zakariya bin Ladun bin Muslim bin Shaduq bin Hasyban bin Daud bin Sulaiman bin Nahur bin Syalum bin Bahfasyath bin Inamin bin Ruhaiam bin Sulaiman bin Daud. Zakaria hidup di masa Raja Herodes. Saat itu Herodes memaksakan kehendaknya untuk menikahi anak tirinya sendiri. Keengganan nabi Zakaria dan Yahya untuk merestui perkawinan itu membuat Herodes berang. Ia memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Yahya dan Zakaria. Akhir dari semua itu adalah terbunuhnya Yahya dan Zakaria dan nabi nabi bani Israil lainnya konon jumlahnya mencapai 70.000 nabi yang dibunuh.
Beliau adalah nabi Bani Israil yang hingga usia senja belum dikaruniai keturunan. Beliau khawatir jika risalah Allah ini tidak ada yang melanjutkan. Zakariya berdoa agar diberi keturunan (mawali) yang akan menjadi pewaris baginya.

Pewaris di sini adalah pewaris kesalehan dan kebajikan bukan pewaris harta atau kekayaan karena para nabi tidak mewariskan kekayaan (hadis). Zakaria adalah seorang tukang kayu yang bekerja mencari nafkah dengan tangannya sendiri seperti halnya Nabi Daud as. Ia tidak sibuk dengan penuh waktu untuk mengumpulkan kekayaan.
Allahpun mengabulkan doanya . Lahirlah putra beliau yang diberi nama Yahya.

Nabi Yahya as pernah membaptis Sayyid al-Masih atau Nabi Isa as di Sungai Yordania (Sungai Syari'ah) karena itu beliau dinamakan Yuhana atau Yohanes - Yahya - Al Ma'madan atau Yohanes Si Pembaptis.

Saat mendapat berita bahagia akan mendapat seorang putra, Zakaria merasa ragu karena ia sudah berusia lanjut dan istrinya tidak subur karena itu ia meminta tanda dari Allah. Allah memberinya tanda padanya dengan tidak bisa berkata-kata selama tiga hari. Ia pun memperbanyak zikir dan meningkatkan ibadahnya pada siang dan sore hari.
Saat Yahya kecil Allah berfirman, "Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh." Dan Allah memberikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak. Saat anak anak lain mengajaknya bermain ia berkata, "kami tidak diciptakan untuk bermain."
Allah memberinya " rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami ". Berarti Yahya mengasihi dan berbuat baik pada sesama terutama pada ayahnya yang sudah tua.

"Dan kesucian (dari dosa)". Kesucian dalam hati dan tindakan serta kesucian dalam sifat dan perbuatan. Dan Yahya adalah seorang yang bertakwa. Bahkan Allah memberinya tiga kali salam, "Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali." (QS 19:15).

Menurut Qatadah dari Hasan : "Yahya pernah bertemu Isa (Yesus). Isa berkata padanya, "mintakan aku ampunan dari Allah, karena engkau lebih baik dariku." Yahya atau yang dikenal sebagai Johanes Pembaptis menjawab, "engkau yang memintakan maaf untukku karena dirimu lebih baik dariku."
Rasulullah SAW bersabda ,"Hasan dan Husain adalah pemimpin kaum muda di Surga, kecuali Yahya dan Isa."

Allah memerintahkan Yayhya untuk melakukan lima kewajiban dan juga harus disampaikan pada umat. Ia meminta Nabi Isa as untuk melakukan itu karena ia berhalangan. Isa menolak karena takut mendapat hukuman dari Allah. Maka Yahya mengumpulkan bani Israil di Jerusalem hingga memenuhi masjid. Ia berkata bahwa Allah menerintahkan dirinya dan jamaah lima kewajiban. Pertama, hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan yang lain. Kedua, melaksanakan shalat secara khusyu. Ketiga, melaksanakan puasa. Keempat, melaksanakan sedekah. Dan kelima, mengingat Allah sesering mungkin.

Dikisahkan bahwa Nabi Yahya as senang mengucilkan diri dari keriuhan. Ia merasa nyaman berada di alam lepas dan gurun, memakan dedaunan dan belalang dan minum dari mata air. Rasulullah saw bersabda "siapa yang lebih bahagia darimu wahai Yahya." Beliau juga berkata "Yahya bin Zakariya memakan makanan alami. Dia makan lebih menyerupai binatang daripada manusia, karena ia tidak suka bergaul dengan manusia."
Suatu saat Zakariya ayahnya tidak melihat anaknya selama tiga hari maka ia pergi ke gurun mencarinya. Beliau menemukannya dalam lubang yang digalinya sendiri, berdiam di dalamnya dan menangis. Zakariya berkata, "wahai anakku ! Ayah mencarimu tiga hari ini dan kamu ada di dalam lubang kubur sambil menangis." Yahya menjawab, "Wahai ayahanda ! Bukankah ayah sendiri yang berkata bahwa antara Surga dan Neraka hanya ada satu penyebrangan yang tidak bisa disebrangi kecuali oleh air mata orang yang menangis ?" Zakariya berkata, "menangislah anakku," dan mereka berdua pun menangis.

Nabi Zakaria wafat secara wajar meskipun ada yang mengatakan beliau wafat karena dibunuh bersama putranya Nabi Yahya as di Baitulmakdis. Makam beliau terdapat di Jami' al Khabir (Masjid Agung) Halab, Suriah.

Pembunuhan Yahya
Raja di Damaskus ingin mengawini anak tirinya yang terlarang menurut syariat Taurat. Yahya melarang raja mengawininya. Perempuan itu yang merasa keinginannya dihalangi, memendam dendam pada Yahya. Suatu ketika raja memintanya memenuhi hasratnya, ia meminta kepala Yahya pada raja. Raja menyuruh tentaranya untuk membunuh Yahya dan membawa kepalanya dalam bejana. Dikisahkan bahwa wanita itu mati saat kepala Yahya dibawa ke hadapannya.

Ada juga cerita lain bahwa ada 70.000 nabi dibunuh di dinding dalam masjid di Jerusalem, salah satunya adalah Nabi Yahya as.

Ada cerita lain. Nebuchadnezzar datang ke Damaskus dan ia menemukan darah Yahya bin Zakariya masih mendidih. Ia menyelidiki darah tersebut dan orang orang menceritakan kisahnya. Kemudian ia membunuh untuk darah Yahya sebanyak 70.000 orang dan kemudian darah itupun tidak lagi meletup-letup.

Senin, 11 Juni 2018

Nabi Uzair as Penghafal dan Penulis Taurat


Nabi 'Uzair (Ezra) bin Jarwah yang hidup antara Sulaiman dan Zakariya, ada yang menyebutnya Ibn Souriqe bin Adya bin Ayyub bin Darzna bin Adi bin Taqi bin Asbu bin Phinehas bin Eleazar bin Harun. Ada yang mengatakan Allah mematikannya 100 tahun dan kemudian dibangkitkan.

Kisah ini di ceritakan dalam Al Quran :
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (2:259).

Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dalam surat tersebut bukan Uzair melainkan Jeremiah.
Uzair adalah orang yang saleh dan bijak. Pada suatu hari ia mengunjungi kebunnya untuk merawatnya. Saat pulang ia melewati reruntuhan bangunan. Saat itu tengah hari dengan panas yang menyengat. Ia memasuki reruntuhan istana dengan keledainya dan saat menemukan bayangan yang teduh ia beristirahat di situ. Ia membuat jus anggur dan mencelupkan roti ke dalamnya sebelum memakannya. Setelah makan ia bersandar pada dinding dan melihat sekeliling. Nampak atap dan reruntuhan bangunan. Terlintas sesuatu dalam pikirannya dan ia pun bergumam, "bagaimana Allah membangkitkan sesuatu yang sudah mati ?". Allah mengirim malaikat maut kepadanya, mencabut nyawanya dan ia pun mati. Ia mati sampai 100 tahun.

Setelah 100 tahun berlalu dan bani Israil mengalami perubahan dan guncangan yang menyakitkan, Allah mengirim malaikat pada Uzair yang membuat hatinya mudah memahami, matanya awas terhadap apa yang terjadi di lingkungannya, sehingga bisa melihat bagaimana Allah membangkitkan kehidupan yang sudah mati. Ia bisa melihat Allah mengumpulkan tulang dan dagingnya saat ia melihat dirinya sendiri. Sesudah itu Dia menciptakan rambut dan kulit dan menghembuskan ruh ke dalamnya. Uzair pun terbangun. Malaikat bertanya, "berapa lama kau tertidur ?" Ia menjawab, "sehari atau setengah hari" karena ia mulai tertidur saat tengah hari dan saat terbangun matahari mulai terbenam. Malaikatpun memanggil tulang tulang keledai agar bersatu dan kemudian membungkusnya dengan otot daging kulit dan rambut. Saat malaikat meniupnya keledai itupun berdiri.

Uzair pun menunggangi keledainya sampai melewati rumah tetangganya. Tak satupun mereka mengenalnya, ia pun tak mengenal mereka. Ia ke rumahnya dengan bingung. Di rumahnya ia bertemu wanita tua buta dan cacat berusia 120 tahun. Wanit itu pembantunya. Saat Uzair meninggalkan rumah usianya baru 20 tahun. Uzair berkata padanya. "Wahai wanita ! Apakah ini rumah Uzair ?" Ia menjawab, "ya ini rumah Uzair" dan mulai menangis. "Sudah lama aku tak melihat orang yang mengingat Uzair. Orang sudah melupakannya." Uzair berkata, "aku Uzair. Allah telah mematikanku 100 tahun dan menghidupkanku kembali."

Singkat cerita, Uzair berdoa dan mengusap tangannya pada wanita itu maka wanita itu bisa melihat. Ia pun menyentuh tangan wanita itu dan berkata, "berdirilah dengan izin Allah," Wanita itu berdiri dan berjalan dan berkata, "aku bersaksi bahwa kamu adalah Uzair."

Wanita itu pun pergi ke para tetangga menyampaikan kepulangan Uzair dan mengabarkan apa yang dialaminya. Anak Uzair yang nampak lebih tua dari ayahnya memastikan bahwa itu Uzair dengan melihat tanda hitam pada punggung ayahnya dan memang ada. Bani Israil berkata tidak ada yang mengingat Taurah seperti Uzair. Padahal Taurat telah dibakar oleh Nebuchadnezzar. Mereka meminta Uzair menuliskannya untuk mereka. Ayah Uzair menyimpan selembar Taurat di satu tempat rahasia. Ia menggalinya tapi tulusannya telah pudar.
Uzair duduk di bawah bayangan pohon dikelilingi bani Israil. Dua buah kilatan cahaya datang dari langit dan masuk ke dadanua sehingga ia bisa mengingat Taurat dan menulis ulang. Itu sebabnya bani Israil menganggap Uzair sebagai anak Allah.
Pengampunan (At-Tawbah):30 - Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? 

Istilah Yahudi muncul dari sini.

Minggu, 10 Juni 2018

Nabi Daniel as Penjinak Singa


Sejak saat Nebuchadnezzar menghancurkan Baitulmakdis, bani Israil tercerai berai ke seluruh penjuru bumi. Ada yang menetap di Hijaz, ada pula yang ke Mesir. Nebuchadnezzar menulis surat pada raja Mesir untuk memulangkan mereka tapi raja Mesir menolak. Ia pun menyerbu Mesir dan menawan anak anak dan kekuarga raja. Ia pun pergi ke Maroko dan Laut Atlantik. Ia menawan banyak penduduk Maroko Mesir Syria Palestina dan Jordan. Salah satu yang ditawan adalah Daniel bin Hezekiel. Daniel adalah anak bungsu Hezekiel.

Nebuchadnezzar raja Babylonia atau orang Arab menyebutnya Bukhtanasar menangkap dua singa dan memasukkan ke dalam lubang . Lalu ia memasukkan Nabi Daniel bin Hezekiel as ke dalam lubang yang berisi dua singa lapar itu. Tetapi kedua singa itu tidak menerkamnya. Ia diam dalam lubang sejenak waktu dan ia pun merasa lapar.

Allah memberi wahyu kepada Nabi Jeremiah as di Syria : "Sediakan makanan dan minuman untuk Daniel." Jeremiah berkata, "Tuhanku ! Aku di Syria dan Daniel di Babylonia ?" Allah berfirman ,"lakukan apa yang aku perintahkan dan Aku akan mengirim orang yang akan mengambil santapan yang kau siapkan." Ia pun melakukan apa yang diperintah Allah dan kemudian Allah mengirim orang yang membawanya beserta makanan itu sampai ke tepi lubang. Daniel bertanya, "kamu siapa ?" Ia menjawab, "aku Jeremiah." Daniel bertanya, "siapa yang membawamu ke sini ?" Ia menjawab, "Tuhanmu yang membawaku ke sini." Daniel bertanya, "Tuhanku mengingatku ?" Ia pun menjawab, "Ya." Daniel berkata, "Segala puji bagi Allah yang tidak melupakan orang yang mengingat Nya. Segala puji bagi Allah yang menjawab doa orang yang memanggil Nya. Segala puji bagi Allah yang tidak meninggalkan orang yang percaya kepada Nya dan yang membalas dengan kesabaran dan yang menghilangkan kesulitan setelah penderitaan. Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kita saat kita dikecewakan oleh tingkah kita dan yang memberi kita harapan saat semua harapan terputus dari kita."

Astrolog dan peramal berkata pada raja saat Daniel dilahirkan bahwa akan lahir bayi yang akan menghancurkan kerajaan. Mendengar itu raja bersumpah tidak boleh ada bayi dilahirkan malam itu kecuali akan dibunuh. Karena itu Daniel dibawa ke kandang singa. Singa jantan dan singa betina menjilatinya dan tidak melukainya sama sekali. Ibunya mendapati mereka menjilati bayinya. Allah menyelamatkannya dan menjadikannya Nabi.

Abu Burdah berkata bahwa para ulama di kota itu berkata padanya ,"Daniel memahat gambar dirinya dan gambar kedua singa yang menjilatinya pada sebuah batu, sehingga ia tidak melupakan berkah Allah kepadanya."

Sementara itu wahyu turun pada Nabi Jeremiah as bahwa Allah akan membangun kembali Baitulmakdis yang dihancurkan Nebuchadnezaar. Ia memuji Allah yang akan membangun Baitulmakdis tapi bagaimana Dia menghidupkan mereka yang telah mati. Kisah ini di ceritakan dalam Al Quran :
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (2:259).

Saat Jeremiah tertidur Nebuchadnezar mati digantikan Lahrasib yang memimpin negara dengan baik. Semua raja, panglima, rakyat dan bumi tunduk padanya. Ia diberi bakat arsitektural dalam membangun kota kota yang baru, kanal kanal dan puri puri. Setelah menua ia menunjuk Bushtasib anaknya sebagai penerus. Dalam masanya muncul seseorang bernama Zoroaster yang mendirikan agama Zoroasterianisme. Zoroaster sahabat Jeremiah tapi ia marah padanya dan mengutuknya dan akibatnya Zoroaster terjangkit lepra. Zoroaster meninggalkan Jeremiah dan pergi ke Azerbaijan bergabung dengan Bushtasib dan mengajarkan Zoroasterianisme yang diterima Bushtasib. Bushtasib memaksa orang menerima agama ini dan membunuh yang menolak.

Setelah Bushtasib mati, Bahman anaknya meneruskan tahtanya dan menjadi raja Persia yang terkenal.

Argumen Ibn Jahrir adalah bahwa orang yang dimaksud dalam Al Quran tersebut adalah Jeremiah. Tapi ada juga yang berpandangan bahwa itu bukan Jeremiah melainkan Uzair.

Sabtu, 09 Juni 2018

Nabi Jeremiah dan Raja Nebuchadnezzar


Saat Yahya (John) putra Zakariya terbunuh, Jeremiah bin Hilkiah berdiri dekat darah yang menyembur di Damaskus dan berkata, "wahai darah ! Engkau membuat manusia diuji, sekarang berhentilah mengalir." Kemudian darah itu berhenti mengering dan melenyap.

Jeremiah bertanya, "Wahai Tuhan ! Manakah hamba yang lebih Kau cintai?". Allah berfirman, "Orang yang paling banyak mengingat Ku. Orang yang sibuk mengenang Ku daripada yang lain. Orang yang tidak takut mati tapi juga tak ingin hidup selamanya. Mereka yang jika kemewahan datang ia memandang rendah dan jika kemewahan pergi ia merasa senang. Kepada mereka curahan cinta Ku dan berkah Ku melebihi keinginan mereka."

Saat kemungkaran dan dosa merambah di kalangan bani Israil Allah mengutus nabi untuk mereka yang bernama Jeremiah yang menyampaikan firman Allah :

"Mereka keras kepala dan ndableg. Aku mengasihi mereka hanya karena orang tua mereka. Tanyakan pada mereka kebahagiaan apa yang mereka peroleh karena pembangkangan terhadapKu. Binatang tahu habitatnya untuk kembali. Tetapi orang orang ini mengabaikan apa yang membuatKu menghormati orang tua mereka. Kini mereka mencari kehormatan dari sumber selain Aku... Bencana akan menimpa mereka... jika mereka meminta pertolongan Aku tidak akan mengabulkannya. Jika mereka meminta Aku tak akan memberinya. Tangisan mereka tak akan memantik kasih sayang Ku dan jika mereka berdoa Aku akan berpaling darinya."

Ketika pelanggaran bani Israil melampaui batas dan agama akhlak serta kondisi sosial memburuk, Allah berfirman pada Jeremiah, "Aku akan menghancurkan bani Israil, pergilah dan berdiri di karang kokoh dan Aku akan menyampaikan perintahku Ku padamu." Jeremiah bertanya, "pada siapa hendak Kau kirimkan makaikat Mu ?" Allah berfirman "mereka para penyembah api yang tidak takut pada hukumanku dan tidak berharap pahala dariKu. Katakan pada mereka bahwa Aku masih mengecualikan mereka karena kebaikan orang tua mereka. Tetapi mereka melupakan ajaranKu maka akan kukirim seorang penguasa tiran dan jahat yang tidak mengenal belas kasih dan akan menghancurkan mereka."

Saat Jeremiah menyampaikan pesan Tuhan ini mereka tidak mematuhinya dan menganggapnya orang gila. Mereka menangkap dan memenjarakannya.

Allah mengirim Nebuchadnezar kepada mereka dengan tentara yang besar. Mereka membunuh sepertiga dari mereka, menjadikan budak yang sepertiga lainnya dan membiarkan orang-orang tua, yang sakit dan yang cacat dan menginjak nginjak mereka dengan kaki kuda. Nebuchadnezar membunuh semua yang sehat, membakar Taurat dan menghancurkan Baitulmaqdis dari fondasinya.
Nebuchadnezzar menyerang Syria, memburu dan membunuh bani Israil di manapun mereka berada. Setalah itu ia kembali ke Baitulmakdis mengambil pampasan dan tawanan perang dan melakukan perjalanan pulang ke Babylonia. Ada 9000 anak dari keluarga raja dan pendeta. 7000 dari keluarga Daud, 11.000 dari keluarga Yusuf dan Bunyamin, 8.000 dari klan Eshi bin Ya'qub, 14.000 anggota klan Zebulun dan Naphtali bin Ya'qub, 14.000 dati klan Dan bin Ya'qub, 8.000 dari klan Issachar bin Ya'qub, 2000 dari klan Ziekon bin Ya'qub, 4000 orang dari klab Reuben dan Levy dan 12.000 orang dari bani Israil yang lain.
Ketika Nebuchadnezzar tiba di Baitulmakdis, raja Israil dari keluarga Daud melakukan rekonsiliasi. Ia menerima tawanan prajurit sebagai pengawal dan kembali. Tapi ketia ia tiba di kota Tabriyah ia mengetahui bahwa orang Israil berontak dan membunuh rajanya karena berdamai dengannya. Nebuchadnezzar kemudian membunuh para pengawal Israilnya lalu kembali ke Baitulmakdis dan mengambil alih dengan kekerasan serta membunuh semua prajurit Israil dan orang orang yang sehat.
Nebuchadnezzar menjumpai nabi Jeremiah di penjara dan berkata betapa buruknya bani Israil yang menolak Nabi Allah. Ia pun memperlakukan Jeremiah dengan baik dan membebaskannya.
Jeremiah menasihati bani Israil untuk bertobat. Tapi Allah menolak pertobatan mereka. Karena itu bani Israil tak mau tinggal di Baitulmakdis bersama Jeremiah. Mereka pun pergi.

Sejak saat itu bani Israil tercerai berai ke seluruh penjuru bumi. Ada yang menetap di Hijaz, ada pula yang ke Mesir. Nebuchadnezzar menulis surat pada raja Mesir untuk memulangkan mereka tapi raja Mesir menolak. Ia pun menyerbu Mesir dan menawan anak anak dan kekuarga raja. Ia pun pergi ke Maroko dan Laut Atlantik. Ia menawan banyak pendusuk Maroko Mesir Syria Palestina dan Jirdan. Salah satu yang ditawan adalah Daniel bin Hezekiel. Daniel adalah anak bungsu Hezekiel.
Kita akan bertemu dengan Daniel dalam kisah selanjutnya.

Nabi Isaiah as dan Raja Hezekiah


Shi'ya atau Isaiah bin Amoz adalah nabi dari kalangan Bani Israil sebelum Zakariya dan Yahya. Isaiah adalah nabi yang meramalkan akan datangnya Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw. Pada waktu itu raja Israil yang berkuasa adalah Hezekiah yang patuh dan mendengar nasihat ataupun perintah nabi Isaiah. Saat itu terjadi gonjang ganjing. Raja menderita infeksi pada kakinya sementara raja Babylonia yang bernama Sennacherib sedang bergerak menuju Baitulmakdis (Jerusalem) dengan 600.000 tentaranya.

Rakyat Israil panik dan ketakutan. Isaiah mendapat wahyu supaya raja Hezekiah turun tahta. Raja pun menghadapkan wajahnya pada Allah, salat, memuji Nya dan menangis. Allah menerima ibadahnya dan menambah umur raja 15 tahun dan akan menolongnya dari agresi Sennacherib. Mendengar berita gembira dari nabi Isaiah tersebut raja pun langsung sembuh dan bersujud seraya bersyukur kepada Allah SWT.

Allah mengirim kematian pada bala tentara Sennacherib dan mereka semua mati kecuali Sennacherib dan lima pengawalnya, salah satunya Nebuchadnezar. Mereka semua ditangkap dirantai dan dikelilingkan ke kota dalam kehinaan selama 70 hari. Mereka hanya diberi dua potong roti setiap hari kemudian dipenjara. Atas saran Isaiah mereka semua dipulangkan. Saat mereka tiba ke Babylonia para pendeta dan peramal berkata pada Sennacherib bahwa raja telah diperingati tapi tak mau mendengar. "Israil adalah bangsa di mana Tuhan tak bisa dikalahkan." Tujuh tahun kemudian Sennacherib pun mati.

Setelah raja Hezekiah wafat kegoncangan melanda Israil dan keadaan mereka morat marit. Isaiah mengingatkan bangsanya untuk mengingat karunia Allah dan jika mereka tidak berhenti dari kemungkaran maka Allah akan menghukum mereka. Peringatan ini justru membuat nabi Isaiah dimusuhi dan hendak dibunuh. Ia pun pergi dari mereka. Saat melarikan diri ia melewati sebuah pohon yang membuka sendiri untuknya. Isaiah masuk ke dalam pohon itu tetapi karena diganggu setan maka saat masuk tepi bajunya tersangkut. Orang Israil melihatnya dan mereka mengambil gergaji dan membelah pohon menjadi dua dengan dirinya di dalamnya. Semoga Allah memberkahi Nya.