masjid istiqlal jakarta

masjid istiqlal jakarta
masjid masa kecilku yang selalu terkenang

Selasa, 22 Mei 2018

Nabi Hud as dan Kaum 'Ad


Hud bin Shaleh bin Arphaxad bin Shem bin Nuh as. Taurat dan Injil menyebutnya Eber. Beliau diutus untuk kaum 'Ad, suku bangsa Arab yang tinggal di pegunungan gurun dekat laut antara Oman dan Hadramaut. Dataran tinggi tempat mereka tinggal bernama Ash-Shahr dan lembahnya bernama Mugith. Mereka tinggal di bangunan-bangunan kokoh dengan pilar pilar tinggi. Mereka memang memiliki keahlian teknik sipil dan arsitektur yang hebat di samping keahlian di bidang pertanian dan mengolah tanah.

Nabi Hud adalah orang pertama yang berbahasa Arab. Dia adalah satu dari empat Nabi bangsa Arab, di samping Saleh , Suaib dan Rasulullah Muhammad SAW.

Arab yang hidup sebelum Ismail disebut Arab Aribah (Arab asli). Sedangkan Arab Musta'ribah adalah Arab yang berasimilasi karena perkawinan, ini adalah keturunan Ismail bin Ibrahim as. Ismail lah yang pertama kali berbicara dan menulis Arab dengan indah. Beliau belajar dari suku Jurhum yang tinggal di Mekah. Nabi Muhammad SAW mewarisi kebahasaan Ismail ini.

Kaum 'Ad adalah orang orang pertama yang menyembah berhala setelah Peristiwa Banjir Besar yang terjadi di era Nuh as. Mereka menyembah tiga berhala : Samd, Samud dan Hara. Allah SWT mengirim Hud sebagai nabi untuk menunjukkan jalan yang benar. 

Tapi kaum 'Ad adalah kaum yang tidak beriman, mengingkari Allah, menyembah berhala dan tidak percaya adanya kehidupan setelah mati. Mereka tidak mempercayai bahwa orang akan dibangkitkan setelah mati
" kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi...(Al-Mu'min┼źn :37).

Mereka menolak dakwah yang disampaikan Hud, bahkan menunjukkan sikap perlawanan dan penyerangan kepadanya. Mereka sangat membanggakan kekuatan fisik tubuh mereka dan kemegahan bangunan rumah rumah mereka di perbukitan yang menyerupai istana puri dan benteng. Mereka hidup makmur dari hasil pertanian yang subur karena lahan pertanian mereka cukup mendapat air dari oasis. Mereka menganggap Hud orang yang kurang waras. Maka Allah memberi hukuman dan menghancurkan mereka. Awalnya mereka mengalami kekeringan yang panjang. Saat melihat awan mendung mereka mengira hujan akan turun. Ternyata angin dingin dan badai pasir yang dahsyat yang mengejar setiap orang kemanapun mereka pergi . Angin itu menerbangkan pasir dan menimbun pemukiman mereka sampai tidak bersisa sama sekali. Ibn Kathir mengatakan bahwa angin dingin di padang pasir bercampur petir mengamuk selama delapan hari tujuh malam. Orang 'Ad mengaitkannya dengan hari Rabu yang mereka anggap hari yang sial. Tentu saja itu tidak benar karena angin yang memporakporandakan dan mengubur pemukiman dan lahan pertanian mereka itu terjadi di semua hari.

Setelah kehancuran kaum Ad, Nabi Hud pindah ke Hadramaut dan wafat serta dimakamkan di sana.
Jejak sejarah kaum Ad tersebut belakangan terindra oleh citra satelit. Setelah dilakukan penggalian sekitar 18 m ditemukanlah sisa reruntuhan bangunan mereka.

Sabtu, 19 Mei 2018

Nuh as Utusan Allah Yang Pertama

Namanya Nuh bin Lamech bin Methuselah bin Enoch (Idris) bin Jared bin Kenan bin Enos bin Seth bin Adam as. Ia lahir 126 tahun setelah wafatnya Adam as.

Pada kurun waktu antara Adam sampai Nuh semua hidup menurut ajaran yang benar. Setelah beberapa generasi  yang saleh, perlahan lahan mereka menyekutukan Allah dengan menyembah berhala. Bagaimana itu bisa terjadi. Awalnya ada orang orang saleh di antara mereka. Setelah mereka wafat Setan memberi saran untuk mendirikan patung mereka. Awal nya di tempat orang orang suci itu hidup kemudian atas bujukan setan mereka membuat di rumah mereka masing-masing.  Lama kelamaan mereka kemudian menjadikan patung-patung sebagai sembahannya. Nama nama patung yang berasal dari nama orang orang saleh  menjadi Tuhannya. Mereka itu adalah Wadd atau Suwa', Yaguth atau Ya'uq dan Nasr.

Nuh diutus sebagai Rasul yang pertama. Ia diutus pada umatnya untuk mengajak mereka menyembah Allah tanpa menyekutukannya. Mereka harus percaya akan keesaan Allah dan tidak ada Tuhan selain Nya. Ini adalah misi bagi setiap Rasul.

Siang malam Nuh as menyeru dengan berbagai cara baik secara pribadi maupun umum. Tapi tak ada hasilnya. Ratusan tahun Nuh as menyeru kepada jalan kebenaran tapi hanya beberapa orang hina dina saja yang mau mengikutinya. Mereka justru memusuhi Nuh dan pengikutnya. Mereka berjanji akan mengikuti Nuh apabila Nuh meninggalkan pengikutnya yang hina dina. Nuh tidak bersedia. Mereka pun semakin berkeras menolak seruan Nuh bahkan meminta Nuh mewujudkan ancamannya.

Allah menganggap tugas Nuh sudah dilaksanakan dan
memerintah Nuh untuk membuat perahu dan akan menenggelamkan mereka yang tidak mengikuti seruan Nuh.

Apabila mereka melewati Nuh yang sedang membuat perahu mereka pun mengejeknya. Perahu pun selesai dibuat dengan ukuran yang sangat besar terdiri tiga dek. Paling bawah untuk binatang dan ternak, yang tengah untuk manusia dan paling atas untuk burung-burung.

Saat hukuman akan tiba Nuh diperintah memuat ke dalam perahu setiap pasang binatang jantan dan betina. Nuh juga diminta membawa keluarganya terkecuali yang menolak seruannya.

Hari yang ditentukan pun tiba. Nuh diminta untuk berdoa agar selamat dalam berlayar dan berlabuh.

Tannur kemudian mulai dipenuhi air dari berbagai arah. Air berasal dari berbagai mata air dan juga guyuran hujan dari langit. Bumi banjir dari barat hingga ke timur menutupi lembah bukit gurun dan hutan. Semuanya mati karena banjir. Gelombangnya sangat tinggi menutupi gunung gunung. Nuh mengajak anak laki lakinya yang bernama Yam memasuki perahu tapi dia menolaknya dan tenggelam.

Setelah semua orang yang menentang  tenggelam dan mati, Allah memerintahkan bumi menyerap air dan memerintahkan langit menghentikan hujan dan menyuruh Nuh keluar dari perahu yang berlabuh di Gunung Judi. Banjir telah surut. Bumi kembali kering.

Generasi baru orang beriman lahir dari anak anak Nuh : Shem, Japeth dan Ham. Masing masing mereka beranak tiga. Dari Shem lahir bangsa Arab, Persia dan Romawi. Dari Japeth lahir bangsa Turki, Saqalibah dan Ya'juj Ma'juj. Dari Ham lahir bangsa Copt, Sudan dan Berber.

Saat menjelang wafat, Nuh menyarankan dua hal dan melarang dua hal kepada anak anaknya. Nuh menyarankan untuk menjaga iman bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kalimat la ilaha illallah yang lebih luas dari tujuh langit dan tujuh bumi. Nuh melarang dua hal : yaitu syirik dan kibr. Syirik adalah menyekutukan Allah dan sombong (kibr)adalah tidak mengakui kebenaran serta mengganggu hak orang lain.

Idris as Penulis Kalimat-kalimat Bijak

Idris adalah orang pertama yang dikirim sebagai Nabi setelah Adam dan Seth. Ia adalah orang pertama yang menulis dengan pena, ahli astronomi dan banyak menghasilkan kalimat bijak. Ia dilahirkan saat Adam masih hidup 318 tahun lagi. Tidak banyak cerita yang bisa digali mengenai sosok Idris ini.

Nabi Idris as lahir di Mesir tapi ada versi lain yang mengatakan ia lahir di Babilonia dan pindah ke Mesir. Pada masanya telah dibangun 188 kota dan kota Ruha adalah kota yang terkecil.
Di antara kata-kata mutiara yang ditulis Nabi Idris as adalah :
Janganlah kalian iri terhadap nikmat yang didapat oleh orang lain, sebab apa yang mereka dapat sungguh amatlah sedikit... Barangsiapa melampaui batas kecukupannya niscaya ia tidak pernah merasa puas.

Dikisahkan bahwa Allah SWT memberi kewajiban dan derajat yang sama kepada Idris sama dengan apa yang telah diberikan kepada anak anak Adam lainnya. Tapi Idris ingin meningkatkan amal dan ibadahnya. Malaikat sahabatnya datang padanya dan Idris meminta untuk untuk dipertemukan dengan malaikat pencabut nyawa agar diberi kesempatan meningkatkan ibadahnya. Malaikat itupun membawanya terbang ke langit. Saat di langit keempat Idris melihat malaikat pencabut nyawa sedang turun ke bumi. Malaikat sahabatnya itupun berbicara pada malaikat pencabut nyawa mengenai keinginan Idris.

"Tapi di manakah Idris" kata malaikat pencabut nyawa.

"Dia di belakangku" kata malaikat sahabatnya itu.

"Sungguh mengherankan. Aku dikirim untuk mengambil nyawanya di langit keempat. Aku berpikir bagaimana caranya aku mengambil nyawanya di langit keempat padahal dia ada di bumi" kata malaikat pencabut nyawa.

Maka malaikat pencabut nyawa itupun mengambil nyawa Idris yang sedang berada di langit keempat dan bersembunyi di belakang malaikat sahabatnya itu.

Inilah yang dimaksudkan oleh ayat "dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi" (Maryam :57).

Kamis, 17 Mei 2018

Adam Bapak Umat Manusia.



Allah SWT berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
Allah SWT mengajari Adam segala sesuatu yang malaikat tiada mengetahui dan dengan demikian para malaikat mengakui kekuasaan Allah termasuk dalam menciptakan makhluk yang akan dijadikan khalifah di bumi.

Kemudian Allah SWT berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Iblis yang terbuat dari api merasa lebih baik dari Adam yang terbuat dari tanah.
Kemudian Allah SWT mengusir iblis dari surga. Iblis berkata: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Adam tinggal sendirian di Surga sampai suatu pagi ia menjumpai seorang wanita di sampingnya yang ia beri nama Hawa. Allah SWT melarang keduanya mendekati sebuah pohon. Namun bisikan setan mempengaruhi keduanya sehingga mereka melanggarnya. Setelah keduanya menikmati buah dari pohon keabadian keduanya terbuka satu sama lain dan segera menutupi tubuh mereka dengan dedaunan surga.

Allah SWT menegur mereka dan
keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Allah SWT berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".

Adam bersama Hawa keluar dari Surga. Iblis bersama ular pun keluar dari surga. Itu sebabnya dibolehkan membunuh ular jika bertemu.
Ketika Allah SWT mengirim Adam ke bumi Allah mengajarinya berbagai macam ketrampilan juga memberinya buah buahan dari surga. Itu adalah hari Jumat sama seperti hari saat Adam diciptakan.
Adam diturunkan di Gunung Bauz, Srilangka dan Hawa diturunkan di Jeddah. Mereka bertemu di Muzdalifah. Penduduk Srilangka menyebut Nabi Adam as dengan sebutan Baba dan menyebut Hawa dengan Mama.

Makanan pertama Adam di bumi adalah tujuh butir gandum pemberian Jibril. Itu adalah makanan yang berasal dari pohon terlarang di surga. Malaikat menyuruh Adam menanam di tanah. Panen pun melimpah. Adam mengolahnya menjadi tepung mengadon dan membakarnya menjadi roti dan memakannya setelah menjalani kerja yang panjang dan berat.

Hal itu sudah diwanti wanti Allah SWT : "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.

Pakaian pertama mereka terbuat dari bulu domba yang dipintal. Adam membuat jubah untuk dirinya dan gaun dengan kerudung untuk Hawa.

Hawa melahirkan sebanyak 20 kali dan memiliki anak 40. Versi lain mengatakan lebih banyak lagi dari itu. Anak tertua bernama Qabil dan saudaranya Qalima. Yang termuda Abdul Mughith dan saudaranya Ummul Mughith.
Dari setiap kelahiran keduanya memiliki satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Keduanya diperintah untuk mengawinkan anak laki laki mereka dengan saudara perempuan dari saudara laki lakinya. Anak laki laki mereka tidak boleh kawin dengan saudara perempuan yang lahir bersamaan.
Habil ingin menikahi saudara perempuan Qabil tapi Qabil ingin menikahi sendiri kedua saudara perempuannya yang cantik. Adam menyuruh Habil dan Qabil berkurban sebelum dia pergi haji. Habil berkurban domba yang gemuk dan Qabil berkurban hasil kebunnya yang buruk. Api menyambar kurban Habil. Qabil marah dan membunuh Habil. Itulah pembunuhan yang pertama di bumi. Qabil kemudian tinggal dan beranakpinak di Aden timur.
Adam kemudian memiliki anak laki laki ketiga bernama Seth. Dari Seth inilah garis keturunan manusia bisa dilacak karena keturunan Adam yang lain binasa.
Pada hari Jumat pula Adam AS wafat. Malaikat membawa rempah rempah wangi dari surga dan menghibur Seth. Gerhana matahari dan bulan terjadi selama tujuh hari tujuh malam.
Malaikat mencabut nyawa Adam AS, memandikan, membungkus dan memberi wewangian. Kemudian para malaikat menggali kubur, mendoakan, memasukkan ke dalam liang lahat dan menutupi dengan tanah. Mereka berkata "wahai anak Adam, ini akan menjadi tradisi kalian".
Ada yang mengatakan Adam dimakamkan di India, atau di Abu Qais di Makkah. Ada pula versi lain, saat banjir besar Nuh AS membawa jenazah Adam dan Hawwa dan memakamkannya di Baitul Maqdis, Jerusalem.
Usia Adam AS sekitar 1000 tahun saat wafatnya. Semua makhluk hidup menangis selama sepekan. Putranya Seth melanjutkan misinya sebagai Nabi. Dilanjutkan Enos, Kenan, Mahalael dan Enoch yang dikenal sebagai Idris AS.
Mahalael diklaim orang Persia sebagai Raja Tujuh Wilayah. Dialah yang menebang pohon, membangun banyak kota dan istana. Dia membangun Babilon dan Sus. Dia mengalahkan Iblis dan bala tentaranya dan menawan mereka di gunung dan lembah serta membunuh banyak dari mereka. Dia memiliki mahkota yang indah dan berkuasa selama 40 tahun.
Kemarin pukul 4:29Privasi: Publik

Sumber : Al Quran, Al Hadis, Stories of the Propeths.