Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Abdul Haris Nasution

      Nasution bersekolah di Hollands Inlandse School (HIS) di Kotanopan. Pada sore hari ia belajar di madrasah yang dipimpin ayahnya, H. Abdul Halim Nasution.    Setamat HIS ia diteria di Holland Inlandse Kweekschool (HIK) di Bukittinggi, sekolah guru yang disebut “Sekolah Raja”. Di HIK Nasution boleh tinggal di asrama secara cuma-cuma.    Pada tahun 1935 Nasution melanjutkan pelajarannya di HIK Bandung. Di Bandung Nasution kembali tinggal di asrama. Teman sekamarnya dari Cirebon dan Madura. Saat memasuki kelas 5 HIK Nasution mengikuti ujian AMS bagian B. Pada tahun 1937 ia mengantungi dua ijazah sekaligus. Meski demikian ia gagal melanjutkan ke perguruan tinggi dan juga gagal menjadi guru pemerintah. Ia kemudian menjadi guru HIS swasta di Bengkulu di mana untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Bung Karno. Dari Bengkulu kemudian    ia menjadi Kepala Sekolah Muara Dua Palembang.    Dari Palembang ia pindah menjadi guru di HIS Tanju...

Kasman Singodimedjo

Saat sekolah dulu ada anekdot dalam pelajaran Sejarah, jika Inggris punya Richard the Lion Heart (Hati Singa), kita punya Kasman the Lion on the Table (Singa Di Meja). Biasanya Siapakah Kasman ? Kasman adalah Ketua KNIP yang pertama. Kasman dilahirkan di Purworedjo.    Kasman menjabat ketua Pengurus Besar Jong Islamieten Bond pada tahun 1929-1935. Sejak muda ia bergerak dalam lapangan pendidikan dengan mengajar di Mulo Pendidikan Islam (1933), AMS, dan HIK Muhammadiyah. Semuanya di Jakarta. Pada tahun 1937-1939 ia bekerja di Mu’allimin wa Mu’allimat Muhammadiyah dan selanjutnya berpindah ke Kantor Pusat Pertanian.   Kasman berkuliah di Sekolah Tinggi Kedokteran, tetapi dikeluarkan karena aktivitasnya dalam gerakan kemahasiswaan dan kepemudaan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum dan berhasil lulus pada tahun 1939. Sebagaimana para tokoh pergerakan pada masa itu, ia menjadikan surat kabar dan majalah sebagai tempat    mencurahkan gagasan da...