Nasution bersekolah di Hollands Inlandse School (HIS) di Kotanopan. Pada sore hari ia belajar di madrasah yang dipimpin ayahnya, H. Abdul Halim Nasution. Setamat HIS ia diteria di Holland Inlandse Kweekschool (HIK) di Bukittinggi, sekolah guru yang disebut “Sekolah Raja”. Di HIK Nasution boleh tinggal di asrama secara cuma-cuma. Pada tahun 1935 Nasution melanjutkan pelajarannya di HIK Bandung. Di Bandung Nasution kembali tinggal di asrama. Teman sekamarnya dari Cirebon dan Madura. Saat memasuki kelas 5 HIK Nasution mengikuti ujian AMS bagian B. Pada tahun 1937 ia mengantungi dua ijazah sekaligus. Meski demikian ia gagal melanjutkan ke perguruan tinggi dan juga gagal menjadi guru pemerintah. Ia kemudian menjadi guru HIS swasta di Bengkulu di mana untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Bung Karno. Dari Bengkulu kemudian ia menjadi Kepala Sekolah Muara Dua Palembang. Dari Palembang ia pindah menjadi guru di HIS Tanju...
kumpulan khutbah dan ceramah di masjid an-nuur mulai dari tahun 1990-an ditujukan terutama untuk menasihati diri sendiri