Yusya (Joshua) bin Nun bin Ephraim bin Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim dikisahkan Allah dalam Al Quran tanpa menyebut namanya dalam kisah Khidir. Dia berfirman : "Dan ketika Musa berkata pada pembantunya" (18:60). Yang dimaksud pembantunya adalah Yusya bin Nun. Para pengikut Injil yang awal meyakini Yusya adalah nabi. Sekelompok Yahudi yang bernama As Samirah tidak meyakini ada nabi setelah Musa kecuali Yusya. Menurut para mufasir kenabian berpindah dari Musa ke Yusya saat Musa menjelang wafat. Tapi pandangan ini tak bisa diterima karena sampai akhir hayatnya Musa masih menerima wahyu Illahi. Itu memang salah satu keistimewaan Musa. Dalam surah Al-Mā'idah:12 disebutkan : Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan ...
kumpulan khutbah dan ceramah di masjid an-nuur mulai dari tahun 1990-an ditujukan terutama untuk menasihati diri sendiri